
Lisanku berucap cinta pada-Mu,
tapi lakuku tak mencintai-Mu sebenar-benarnya dalam doa,
dalam ucapan,
dan dalam setiap langkah.
Aku berkata bahwa ingin mendekati-Mu selamanya,
sehina bagaimanapun diriku,
tapi tak kunjung pula berusaha membersihkan dosa.
Maka akan sampai bila aku terus begini?
Padahal hati yakin bahwa hidup hanya sebentar,
bagaikan seorang yang berjalan
kemudian berteduh di bawah pohon rendang
kemudian berjalan lagi.

No comments:
Post a Comment
segan segan segan